Apakah Tidak Melaksanakan Perjanjian Dapat Dipidana?

Konsep perjanjian pada dasarnya adalah hubungan keperdataan yang diatur dalam Hukum Perdata. Apabila orang yang berjanji tidak memenuhi janji yang telah ditentukan, maka berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata menyatakan “orang tersebut dapat disebut telah melakukan wanprestasi atau cidera janji”. Merujuk pada Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”), telah mengatur

By |2022-07-31T16:01:58+00:00September 20th, 2021|Categories: Hukum Pidana|Tags: , |0 Comments

Apakah Memberi Cek Kosong Dapat Dipidana?

Surat Edaran Bank Indonesia No. 2/10/DASP tanggal 8 Juni 2020 tentang Tata Usaha Penarikan Cek/Bilyet Giro Kosong menyebutkan: "Cek/Bilyet Giro Kosong adalah Cek/Bilyet Giro yang ditunjukkan dan ditolak Tertarik dalam tenggang waktu adanya kewajiban penyediaan dana oleh Penarik karena saldo tidak cukup atau rekening telah ditutup". Contoh: A ingin meminjam uang kepada B sejumlah Rp

Apakah Pengguna Narkotika Wajib Dapat Direhabilitasi?

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pada Pasal 1 angka 13 menyatakan: "Pecandu Narkotika adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisiki maupun psikis". Angka 15 menyatakan: "Penyalah Guna adalah Orang yang Menggunakan Narkotika tanpa hak dan melawan hukum". Pada intinya kedua pengertian diatas masyarakat tidak

Apakah Mengiklankan Situs Judi Dapat Dipidana?

Saat ini banyak kita temukan postingan pada media sosial yang mempromosikan situs judi online pada akun media sosialnya. Seakan-akan postingan tersebut merupakan hal yang wajar dalam hukum kita di Republik Indonesia ini. Bahkan beberapa artis/public figure juga mempromosikan situs judi pada akun media sosialnya yang konteksnya mengajak orang lain untuk bermain judi pada situs itu.

By |2022-07-31T16:27:58+00:00June 19th, 2021|Categories: Hukum Pidana|Tags: , |1 Comment

Apakah Open BO Dapat Dipidana?

Online prostitution atau pelacuran yang dilakukan dalam jaringan (daring/online) merupakan suatu perbuatan berhubungan seksual dengan orang lain dengan menggunakan "transaksi" yang mana proses transaksi itu dapat dilakukan dengan menggunakan media elektronik. Pasal 27 (1) UU ITE melarang setiap orang melakukan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau

Go to Top